24 September 2012
13 August 2012
9:28 PM
KABUL INDRAWAN
FOR YOUR SOUL
No comments
(tulisan yang sama dimuat dalam metrotvnews.com)
19 April 2012
9:36 PM
KABUL INDRAWAN
FOR YOUR SOUL
No comments
Senin siang 3 Januari 2004, sebuah perintah datang dari Jakarta. Saya diminta mencari seorang anak yang bernama “Dede Mirwanda” di Sumatera Utara. Tidak banyak petunjuk yang bisa membimbing saya kepada anak ini, selain dede adalah anak angkat Presiden yang menolak diajak ke Jakarta serta ia sudah diterbangkan ke Medan - Sumatera Utara.
Selanjutnya menjadi tugas saya untuk mencari anak istimewa ini diantara jutaan warga Aceh yang menyelamatkan diri ke Sumatera Utara. Wahhhh.... bagaimana caranya mendapatkan anak ini ? jangan kan data lengkap, wajahnya pun belum pernah saya lihat.
****
Langkah pertama saya dan rekan – rekan biro Medan, adalah mendatangi seluruh institusi resmi dan tidak resmi yang menangani para pengungsi Aceh. Semua menjawab dengan makna yang sama meski dengan kalimat berbeda seperti, “maaf dik tidak tahu” atau, ” tidak ada dalam data base kami” hingga yang menyenangkan hati, “ oke kalau dapat, nanti kami kabari”. Meski demikian saya tidak boleh putus asa, saya tetap meninggalkan nomor telepon dengan harapan jika sewaktu – waktu ada yang mengetahui keberadaan anak tersebut.
Seketika saya ingat, doa orang puasa pasti diijabah Tuhan sehingga saya memohon segala kemurahanNya dari segala informasi yang tersembunyi. Keajaiban itu datang, sekitar pukul 4 sore saya menerima sebuah telepon dari orang yang tidak dikenal. Ia mengatakan, “Dede Mirwanda ada di Batang kuis Deli Serdang, di rumah lurah Nuraini”.... belum sempat saya mengucapkan terima kasih, telepon sudah terputus.
Tanpa pikir panjang, kami langsung menuju lokasi yang dimaksud. Pengalaman lucu pun terjadi, beberapa kali saya bertanya dimana rumah lurah Nuraini pada warga Batang kuis. Jawabnya, “Gang Kabul...” sempat saya berprasangka mereka mengolok – olok saya karena Id card yang tergantung dileher dengan jelas tertulis nama saya “Kabul Indrawan”.
****
Sekitar pukul 6:30 an sore saya sampai ketempat yang dituju dan ternyata disana terdapat sebuah papan petunjuk “Jln Kel. Kabul” atau Jalan keluarga Kabul. “Wah, kejutan saya menemui anak yang hilang dalam gang saya sendiri”, pikirku.
Dede memang ditampung oleh keluarga lurah Nuraini yang baik hati. Ibu Nuraini sendiri tidak pernah menduga kalau Dede Mirwanda ternyata adalah anak angkat Presiden. Ia juga tidak pernah mengharapkan menjadi popular dengan mengangkat anak yatim piatu korban bencana Tsunami Aceh, yang ada dibenaknya adalah kemanusiaan atas nama sesama makhluk Tuhan.
Pertemuan dengan Dede, mengakhiri perjalanan panjang kami seharian, mencari satu pengungsi anak yang istimewa diantara jutaan pengungsi lainnya. Peristiwa ini pun terjadi bersamaan dengan kumandang adzan Maghrib, Dede seakan menjadi pelepas dahaga dan ta’jil terindah dari semua shaum sunnah yang pernah saya jalani ketika itu.
20 March 2012
9:41 PM
KABUL INDRAWAN
SOCIAL
No comments
“Economics explains almost everything”, kalimat ini terlontar dari Robert Frank seorang profesor ilmu ekonomi dari Universitas Cornell, Amerika Serikat. Frank memiliki alasan mengapa ilmu ekonomi bisa menjelaskan berbagai hal, terlebih ia sangat mendalami behaviour economics
Tetapi saya tidak ingin bercerita mengenai behaviour economics dengan segala kompleksitasnya. Melainkan kesederhanaan bagaimana sebuah ilmu ekonomi mampu menjelaskan “hampir” segala sesuatu yang terjadi di atas muka bumi ini yang ternyata sarat dengan motif ekonomi tak ubahnya puzzle – puzzle ekonomi.
Misalnya saja kenapa seorang bayi berusia 1 tahun yang duduk di kursi mobil harus menggunakan safety belt, bahkan beberapa diantaranya memakai kursi khusus bayi? sedangkan jika bayi dengan usia yang sama naik pesawat terbang, kita tidak akan mendapatkan kursi khusus bayi dengan sabuk pengaman. Tak jarang hanya diberikan semacam ikat pinggang sebagai pengganti sabuk pengaman.
Jawabnya bisa berbagai macam mulai dari ketiadaan tempat di pesawat, akan menambah beban pesawat atau bahkan yang lebih ekstrim pesawat tidak di disain untuk menerima penumpang bayi. Tidak ada yang salah dengan semua ini, namun economic puzzles justru akan memberikan sudut pandang yang berbeda.
Alasan beda perlakuan terhadap bayi usia 1 tahun ini terjadi karena angka kecelakaan mobil jauh lebih tinggi yaitu 1 kejadian dari 10.000 kendaraan. Sedangkan kecelakaan pesawat hanya 1 kejadian dari 3.000.000 penerbangan. Atau dengan kata lain, naik pesawat jauh lebih aman ketimbang naik mobil.
Sehingga banyak maskapai penerbangan tidak menyediakan kursi khusus bayi lengkap dengan seatbelt. Apalagi biaya yang harus dikeluarkan untuk pengadaan kursi bayi dalam sebuah pesawat cukup mahal. Selain itu, orang tua umumnya lebih memilih bayi usia 1 tahun sebagai kategori penumpang tambahan, karena dibeberapa maskapai hanya dikenakan biaya 10% dari harga tiket dewasa.
Kasus bayi dengan sabuk pengaman di pesawat dan di mobil, hanyalah satu dari sedemikian banyak masalah keseharian yang sebenarnya sarat dengan motif ekonomi serta sangat menarik dicermati dengan bahasa yang sederhana tanpa harus melibatkan persamaan – persamaan rumit ala ilmu
Seperti halnya apa hubungan antara musik rock atau heavy metal dengan ekonomi ? mengapa harga tiket pesawat Medan – Meulaboh lebih mahal dibandingkan harga tiket pesawat Jakarta – Singapore yang jaraknya lebih jauh, atau kenapa tombol ATM selalu dilengkapi dengan huruf braille? serta masih banyak lagi.
INILAH HIDUP... SEMUA ADALAH PUZZLES... ATAU LEBIH TEPATNYA ECONOMIC PUZZLES
06 October 2009
11:50 AM
KABUL INDRAWAN
GEMPA SUMATRA
No comments
My Twitter : @kabulindrawan
Hari ini saya kembali menerima sms mengenai waktu gempa di Sumatra dan kaitannya dengan Al-Qur’an. Begini bunyinya “.... gempa Sumbar pukul 17:15 dan 17:58, gempa di Jambi pukul 8:52...” coba lihat di Al- Qur’an.
Kemudian ada yang mengkaitkan gempa tersebut dengan pelantikan 550 anggota DPR baru, yang dinilai pemborosan dan menzholimi banyak orang, sehingga Allah memberi peringatan dengan gempa di Sumbar.

Bayangkan gempa di Tasik dengan besaran 7,5 SR saja cukup menakutkan warga Jakarta, bahkan sebagian gedung rusak ringan. Padahal jarak pusat gempa cukup jauh dari ibukota. Bagaimana Kalau Gempa lagi dengan besar 12 SR??? Seperti apa ibukota yang penuh dengan gedung bertingkat ini???
“Allah Engkau dekat, Penuh kasih sayang
Takkan pernah Engkau biarkan hambamu menangis
Karna kemurahanMu...Karna Kasih sayang Mu...”
(Bekasi, 5 Oktober 2009)
03 March 2009
1:36 PM
KABUL INDRAWAN
KIDS
No comments
My Twitter : @kabulindrawan
"Alamak....hey badut badut kecil, kalian apakan stick golf ayah..." tidak ada satupun diantara 2 anak ku yang menjawab, mereka hanya tertawa cekikikan. Bahkan sibungsu Khafi Dheva dengan santainya menjadikan big bertha kesayanganku sebagai pacul....ampuuuun deh.
Tapi... ya sudahlah... yang penting hepi... demi anak, apapun dilakukan selama halal dan thoyibah (gitu katanya pak ustad), tak perduli stick ku penuh tanah yang penting anak anak bisa main dengan ayahnya yang sedang jenuh dengan aktivitas kantor he he he...
(bekasi, 1 Maret 2009)
27 February 2009
2:35 PM
KABUL INDRAWAN
KIDS
No comments
Pulang ke rumah merupakan ritualitas yang amat ditunggu. membayangkan Khalil membuka pintu dan berteriak "Ayah...." sambil lompat kegirangan, serta Khafi yang lucu mengekor dibelakang tertawa gembira dan berceloteh "ayah ayah...tu wa ga pat ma nam ju pan nam ma...." duh indah nya... hidup ini
Tapi sayang sekali, dua matahari kecil kami rupanya sudah terlelap. Saya hanya bisa menatap dua wajah lucu tak berdosa ini cukup lama sebagai pelepas lelah....ah...bola mata ku.
Selamat Tidur Malaikat kecilku, kami mencintaimu, Semoga Allah selalu menyayangi kalian
****************************
Pejamkanlah rebahkanlah dirimu
Lepaskanlah segala yang tlah kau lewati
Bermimpilah Mimpi tentang diriku
Jadikanlah sebagai bunga tidurmu yang indah
Dan tidurlah sayang
Biarkan dirimu merentang melayang
Dan aku disana menunggu dirimu di gerbang bersama
Sampai esok tlah menjelang
("dan Tidur lah - Andra and The Backbone")
(Bekasi, 25 Februari 2009)
31 August 2008
7:07 PM
KABUL INDRAWAN
SCHOOL
2 comments
Cerita beberapa malam yang lalu saat browsing sejumlah kampus - kampus top dunia dikamar tidur, saya disapa dengan sebuah pertanyaan manis Khalil, "Apa itu ayah.." "Lambang Universitas nak" jawabku. "Universitas apa ayah??" tanyanya lagi "Harvard, ini sekolah terbaik di dunia nak..." "Khalil mau sekolah di Harvard Ayah" katanya, dengan santai Khalil pun menuju ke tempat tidur sambil memegang pesawat mainannya.
Diapun kembali asyik berimajinasi dengan sejumlah pesawat mainan yang umumnya sudah tidak layak disebut pesawat lagi tapi lebih cocok disebut boat atau rongsokan... yang menurutnya pesawat meledak kena roket....
Sekelebat kualihkan pandangan rupanya Istri tercintaku sudah terlelap karena keletihan bekerja dan ngelonin si bungsu Khafi Dheva Adhzeem Indrawan (panjang ya nama anak kami).
Pelihara terus cita - citamu sayangku... tugas ayah membimbing dan menyediakan semuanya demi pendidikanmu
Ahh selalu saja terngiang kata - kata khalil "Harvard ayah...harvard..."
(Jakarta, 31 Agustus 2008)
28 August 2008
3:33 PM
KABUL INDRAWAN
RELIGIUS
No comments
Alhamdulillah, Insya Allah dalam waktu dekat Ramadhan akan datang menjamu kami sekeluarga & kita sebagai umat Islam dimanapun di dunia ini. Ini adalah ramadhan bersama saya dan istri untuk ke 7 kalinya, ke 6 kalinya bersama Khalil dan ke 2 kalinya juga bersama Khafi.Secara Matematis ada irisan kenikmatan yang kami rasakan bersama saat berbuka dengan anggota keluarga baru. Ada keindahan saat membayarkan Fitrah ke dua anak kami, yang menyadarkan saya dan istri bahwa kami mulai menua.
Masih di Bulan Ramadhan ada kenangan manis saat di Makasar ketika Khalil kecil tidak bisa tidur dimalam hari, sehingga harus saya ajak keliling kota hingga ke Masjid Al Markaz dengan mobil kantor lengkap dengan bantal dan guling hingga ia terlelap.
Kenyamanan berbuka bersama sahabat, teman, saudara di Biro Makassar yang sempat saya pimpin selama 3 tahun. Semua kebesaran yang membuat saya takjub akan unik nya Ramadhan.
Selamat datang Ramadhan, Selamat datang kebaikan
Semoga Allah menempatkan kembali kami dalam kezuhudan
Semoga Allah mengizinkan kami menikmati terdiamnya waktu
Semoga Allah memberi kami kembali kesempatan merasakan sesaknya dunia
Semoga Allah Kembali Mengijabah Doa - doa kami seperti masa itu yang penuh rahasia
Semoga Allah Menyelamatkan Kita Semua....
(Jakarta, 28 Agustus 2008)
Sahabatku Budi Zulkifli, Sayang sekali kita tidak bisa menikmati melihat hilal bersama seperti waktu - waktu yang lalu, saya betul betul merindukan masa itu.
26 August 2008
9:40 PM
KABUL INDRAWAN
NOSTALGIA
No comments

(Bekasi 26 Agustus 2008)
18 August 2008
12:46 AM
KABUL INDRAWAN
SOCIAL
No comments
Tiba – tiba dari arah berlawanan melintas keluarga pemulung (Insya Allah dengan niat pulang yang sama seperti kami), sang kakak naik di gerobak yang tengah ditarik bapaknya, sedangkan si bungsu digendong sang ibu sambil berjalan kaki. Sepertinya mereka terlihat sangat gembira dengan perolehan hari itu.
Luar biasanya lagi, selain sama jumlahnya dengan keluarga kami, kedua anak mereka pun sama – sama sebaya dengan Khalil dan Khafi.
Keluarga pemulung itu bergerobak, kami bersepeda motor. Mereka pulang bekerja, kami pulang dari pekerjaan menghibur anak. Namun kami sama bergembira dengan apa yang telah Tuhan berikan saat itu.
Allah memang maha sempurna, sepertinya Dia memberiku satu lagi pelajaran saat pulang ke rumah...Fabbiayi alai Rabbikuma Tukadziban,... Fabbiayi alai Rabbikuma Tukadziban... Fabbiayi alai Rabbikuma Tukadziban ...Maka nikmat Tuhan mu yang manakah, yang engkau ingkari...Masya Allah hamba nyuwun ngapura Mu...hamba mohon ampun atas kekufuran kami ya Rabbi...
Semoga Allah berkenan melimpahkan kesejahteraan pada keluarga pemulung itu... Amien
(Bekasi, 17 Agustus 2008)
11 April 2008
12:45 PM
KABUL INDRAWAN
UMROH
No comments
"Assalamualaikum, Indonesyie? ...."Hai my friend how are u? Sebuah suara yang terkesan sok akrab menyapaku sesaat pasca tawaf di masjidil haram. "Your name?" Tanya nya, "my name is kabul indrawan. And your name?" "Ahh my name is Kahramaen. I am turkish...", Agak terbata - bata tapi menurut kadar telinga dan masih tergolong dapat diterima telinga dan dicerna akal dengan mudah.
Setelah itu menggelindinglah seluruh pembicaraan kami hingga menyentuh keluarga, umur bahkan tsunami. Luar biasa warga Turki ternyata mengetahui adanya tsunami di Indonesia meskipun tidak mengetahui dengan persis berapa jumlah korban yang tewas akibat gelombang setinggi belasan meter tersebut
Menurut Kahramaen - saya adalah seorang pria yang sangat cepat berpro
ses karena dalam usia 32 tahun telah menikah dan memiliki 2 anak laki - laki juga telah melakukan umroh. Maklum bagi warga Turki, ritual semacam umroh hanya dilakukan kaum Tua atau wanita. Apapun, pembicaraan dengan kahramaen adalah perbincangan yang sangat menarik dan tidak terlupakan. Bayangkan, 2 manusia yang tidak saling mengenal sebelumnya, berbeda negara, suku, dipertemukan dalam sebuah ritual di Masjidil Haram. Subhanallah...
(Depan Ka'bah - Masjidil Haram, 10 April 2008)
1:00 AM
KABUL INDRAWAN
UMROH
No comments
"oe oek oek...” "whaaa whaaa..." tangis bayi terdengar sahut menyahut, menjadikan Masjidil Haram tak ubahnya sebuah lokasi konfrensi antar bayi sedunia. Dimana mereka memulai suatu dialektika untuk memperkenalkan diri antara satu bayi dengan bayi lain yang berbeda ras namun satu religiusitas.Pikirku ternyata tidak cuma di Indonesia saja, namun hal ini jug
a terjadi ditempat seagung Masjidil Haram. Tapi apalah arti Masjidil Haram atau Ka'bah... semua itu hanya sebagian kecil tempat Allah berbagi kemuliaanNya yang pantas dinikmati siapapun, usia berapapun, jenis kelamin dan makhluk apapun...semua layak dan berhak merasakan kebesaran yang terserak itu.Sepenglihatan saya, bayi dalam prosesi ibadah di tempat ini bukanlah hal yang aneh. Tidak hanya dalam sholat. Dalam tawaf maupun sa'i tak jarang orang tua menggendong anak mereka yang masih bayi atau balita.
Membuat iri memang, terlintas seandainya KHALIL ACYUTA dan KHAFI DHEVA dua buah hatiku ini ada saat itu, ingin rasanya mengajarkan betapa ibadah itu menyenangkan juga pelik dengan segala kompleksitas maupun simplisitas yang hanya diketahui oleh Allah dan kita sebagai makhluk yang unik, non rekuren serta tanpa preseden sebagai ciptaanNya yang rapuh.
(Salah satu sudut masjidil haram, 10 April 08. Pasca sai)
07 April 2008
11:26 PM
KABUL INDRAWAN
UMROH
No comments
Sebetulnya agak malu saya menceritakan hal ini. Peristiwa ini terjadi saat saya tengah asik khusuk berada di dalam raudah. Sebuah tempat antara rumah Rasulullah SAW (kini Makam beliau) dengan Mimbarnya.Tempat itu menurut sabda Rasul adalah salah satu tempat diantara taman - taman surga, dimana berdoa ditempat ini Insya Allah akan mustajab. Tempat ini secara fisik juga mudah terindentifikasi dengan hamparan karpet wa
rna Hijau diantara karpet warna Merah, dengan ukuran yang tidak seberapa luas.Saya berada di tempat itu sejak jam 3 dini hari untuk melakukan berbagai ritual kehambaan. hingga tiba - tiba kemasyukanku terganggu ketika tepukan mendarat di pundak saya.
"Yallah... yallah" kata seorang paruh baya sepertinya asal Turki sambil menunjukaan kedua jarinya "yallah" sepertinya setengah memaksa mengusir saya agar memberikan tempat diraudah untuknya..."la la la (tidak tidak tidak).." jawabku dia memaksa berkali kali hingga akhirnya tetangga raudah saya berdiri dan memberikan tempat untuknya..."lho kok dia rela ya" pikirku.
Rupanya tetangga sebelah saya menunggu hingga sholat si Turki itu selesai, kemudian..."Syukran syukran..." kata si Turki tersebut usai sholat kepada si pemilik tempat sambil berlalu.
Masya Allah jadi tadi maksud 2 jari adalah kesempatan sholat 2 rakaat yang dia minta untuk dilakukan di Raudah, Astagfirullah kenapa saya jadi bodoh dan bakhil dengan taman Allah...Maafkan aku ya Allah yang tidak mengerti kekayaan bahasaMu, dan bakhilnya diri ini
(Madinah, 7 april 2008)
1:16 PM
KABUL INDRAWAN
UMROH
No comments
.jpg)
Subhanallah... ketemu lagi dengan mas Mulawarman. Sahabat saya ini wartawan dari Makassar, dan dalam beberapa kali perjalanan tidak pernah dinyana saya bertemu dia. Seperti yang terjadi pagi tadi, pasca sholat subuh di Masjid Nabawi Madinah, saya bertemu dengan Mas Mul.
Dengan senyumnya yang khas dia menyapa saya, "halo mas Kabul...Apa kabar???" wah takjub saya, ribuan kilometer dari tanah air bertemu lagi dengan beliau seperti saat operasi Militer di Aceh maupun di Makassar. Dan Akhirnya....kamipun berfoto...klik klik...jadilah kenangan itu
(Masjid Nabawi - Madinah, 6 April 2008)
02 March 2008
7:40 AM
KABUL INDRAWAN
NOSTALGIA
1 comment
Terbayang kembali ketika saya dan istri harus ketempat pembuangan sampah akhir di Cijeruk hanya untuk mencari puluhan botol balsem yang akan dipakai pacarku (istriku sekarang) sebagai wadah inokulasi bakteri.
(bekasi, 1 Maret 2008)
02 February 2008
4:04 PM
KABUL INDRAWAN
KEMPO
No comments
28 January 2008
6:29 PM
KABUL INDRAWAN
BIRO MAKASSARKU
1 comment

(Makassar, 280108)
25 January 2008
3:35 PM
KABUL INDRAWAN
RELIGIUS
2 comments
Bayangkan pada tahun 2007 kami sekeluarga dianugrahi 1 seorang anak laki - laki yang lucu dan sehat, masih ditahun yang sama saya mendapat predikat runner up best employee dengan hadiah Umroh, Promosi jabatan menjadi koordinator pengembangan - Litbang dengan berbagai fasilitasnya hingga Kemudahan mutasi istri untuk bersama - sama ke Jakarta...Masya Allah...
Kenapa saya katakan cobaan? karena harta benda, anak dan istri kita adalah fitnah, juga karena kemudahan dapat menipu, kenikmatan dapat berubah seketika menjadi adzab yang pedih kalau kita tidak bersyukur (La insyakartum la adzidanakum, wala inkafartum inna adzabi la syadid)
Serta merta saya jadi teringat sebuah kata - kata bijak "ketika Tuhan diuji dengan kesusahan, hampir semuanya Lulus dengan baik. Namun ketika diuji dengan nikmat, hanya segelintir saja yang dapat melaluinya dengan baik..."
Fabbiayi'alai Rabbikuma Tukadziban - Maka Nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau ingkari.
Kondisi ini semakin membuat kami sekeluarga semakin berhati- hati, jangan sampai karena terlalu banyak nikmat lantas kami sekeluarga menjadi kufur nikmat dan akhirnya diganjar dengan kepedihan tiada henti. Naudzubillahi min zallik...
(Makassar, 250108)
26 December 2007
2:04 PM
KABUL INDRAWAN
FOR YOUR SOUL
2 comments
Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang,
tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran.....
Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya,
tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa ...
Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari bagaimana diadi hormati ditempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati di dalam rumah...
Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan,
tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan...
Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang,
tetapi dari hati yang ada dibalik itu...
Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari banyaknya wanita yang memuja,
tetapi komitmennya terhadap wanitayang dicintainya...
Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan,
tetapi dari tabahnya dia menghadapi lika-liku kehidupan...
Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca kitab suci,
tetapi dari konsistennya diamenjalankan apa yang ia baca...
(Makassar, 261207 - ku kutip dari teman yang baik)








